Apakah kalian mempunyai mobil matic? Inilah cara jitu agar transmisinya terjaga

Apakah kalian mempunyai mobil matic? Inilah cara jitu agar transmisinya terjaga

Beritarahasia.com¬†–¬†Apakah kalian mempunyai mobil matic? Inilah cara jitu agar transmisinya terjaga. Hai bertemu lagi bersama mimi apakah kalian mempunyai mobil metic. Nah maka dari itu mimi ingin memberitahu kalian untuk bagaiaman cara untuk mnejaga transmisinya agar tetap terjaga, Yang pastinya Tetap awet yah guys. sebagai berikut yang ada di bawah ini;

Apakah kalian mempunyai mobil metic? Ini Lah cara jitu agar transmisinya terjaga

Ada yang mengatakan memiliki mobil bertransmisi otomatis lebih sulit merawatnya daripada mobil bertransmisi manual. Tentu dengan pendapat seperti itu, kita harus ekstra perhatian terhadap mobil matik kesayangan.

Saat mengendarai mobil matik, jangan langsung memindahkan ke gigi ‘P’ alias ‘Park’ saat memarkir kecuali mobil sudah dalam posisi benar-benar berhenti.

Alasannya, memindahkan tuas transmisi ke posisi ‘P’ saat mobil masih berjalan bisa merusak locking pin. Locking pin merupakan komponen yang bisa mengunci transmisi otomatis. Dengan locking pin terkunci, makan transmisi tidak akan berotasi sehingga mobil tak bisa maju ataupun mundur.

Selain itu, disarankan pula untuk tidak memindahkan tuas transmisi ke posisi ‘P’ saat berhenti di lampu lalu lintas untuk alasan keamanan. Saat lampu lalu lintas berganti warna menjadi hijau, memindahkan tuas transmisi dari posisi ‘P’ ke ‘D’ atau Drive membutuhkan waktu dan proses karena posisinya yang tidak berurutan.

Anda harus melewati transmisi ‘R’ atau mundur dan juga ‘N’ sebelum akhirnya pindah ke transmisi ‘D’. Selain itu, bisa saja Otolovers salah memindahkan tuas transmisi, sehingga membahayakan pengguna jalan lain.

Begitu pun saat mengendarainya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Berikut, detikOto kutip dari situs Autodeal, Minggu (17/6/2018), ada lima hal yang sebaiknya jangan dilakukan saat mengendarai mobil bertransmisi matik.

Mobil matic kini menjadi primadona para pengguna mobil di dunia. Selain karena kepraktisan penggunaannya, mobil matic juga cenderung mudah perawatannya.
Ada beberapa hal yang dapat membuat mobil matic panjang umur transmisnya. Namun menurut Daihatsu ada satu hal yang menjadi kunciannya, yakni oli transmisi.

“Kuncinya cuma satu sebenarnya, di (mobil dengan transmisi) matic atau CVT ini, perhatikan terkait dengan kuantitas dan kualitas olinya.

Daihatsu juga mengatakan bahwa jika terjadi kebocoran atau ada rembes dari bagian transmisi di mobil matic, maka langsung lakukan perbaikan.

“Jadi pertama, kalau ada sempat keliatan kelihatan rembes atau bocor, segera lakukan perbaikan. Supaya jumlahnya (oli) cukup, karena itu signifikan mengurangi durability dari komponen,” ujar Bambang.

Selain itu, tentu Daihatsu juga menyarankan untuk pemilik mobil matic rutin melakukan penggantian dan perawatan transmisi. Untuk penggantian oli transmisi, bisa dilakukan di 80.000 km atau 3 tahun.

Lantas bagaimana dengan transmisi D-CVT yang kini di usung beberapa lini Daihatsu, seperti All New Xenia dan Sirion? Ternyata perawatannya cenderung sama dengan CVT pada umumnya.

Meski mengusung dua buah mode kerja, D-CVT masih menggunakan satu rangkaian komponen. Sehingga tak butuh dua paket perawatan.

“Enggak, jadi satu itu. Dalam satu transmisi D-CVT tersebut, isinya ada belt dan ada planetary gear itu, tapi olinya satu, mekanismenya satu juga. Cuma controlling-nya yang dia berbeda, oh yang ini belt, yang ini gear,” ujar Bambang tersebut.

Nah, itulah beberapa contoh cara untuk merawat transmisi mobil matic kalian supaya tetap awet. semoga bermanfaat, sekian dari mimi (Terima kasih)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan